(Source: E-Book Diet Sehat Ramadhan Penulis “Titin Hatma”, Nutritionist di @temandiet_id)

“Bersahurlah kalian karena dalam bersahur tersebut
terdapat keberkahan.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya)

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: Sahur itu suatu berkah. Maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan meneguk seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas orang yang bersahur. (HR. Ahmad)

Selain alasan keberkahannya, dikatakan bahwa makan sahur dapat menghindarkan kita dari perbuatan keji karena kelaparan. Iya sih, biasanya orang menjadi rese dan ngeselin pas lapar wkwk…

Sementara jika ditinjau dari segi kesehatan, sahur penting untuk menjaga keseimbangan energi dan cairan. Dengan memilih makanan yang tepat, kita juga akan terhindar dari kalap ketika buka puasa nantinya. Terus gimana aturan makan sahur yang baik? Mari kita bahas 🙂

Kalau teman-teman sempat ikut challenge diet bareng @temandiet_id beberapa waktu lalu mesti paham nih pedoman pengaturan porsi makan. Kita menganut prinsip gizi seimbang, yaitu ada sumber karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, dan mineral. Sumber karbohidrat bisa didapat dari makanan pokok (nasi, umbi-umbian, jagung, oatmeal, dsb). Protein dan lemak bisa kita peroleh dari lauk pauk serta kacang-kacangan. Serat, vitamin, dan mineral bisa kita peroleh dari sayuran dan buah.

MENU LENGKAP SAHUR

½ bagian piring berisi sayuran

¼ bagian untuk sumber protein alias lauk-pauk

¼ bagian sisanya untuk karbohidrat

+ buah (optional)

 

Teman-teman pernah gak ngalamin jam 9 pagi udah keroncongan dan kelaparan padahal sudah makan sahur sampai kenyang… Pernah gitu? Pernah? Tau apa penyebabnya? Kesalahan terbesar yang sering dilakukan ketika sahur adalah kita makan terlalu banyak korbohidrat (terutama jenis kabrohirat sederhana) namun tidak mencukupi kebutuhan protein. Contoh kasus: nasinya sepiring penuh, ikan cuma 2 ekor kecil seukuran jari telunjuk. Ditutup dengan teh manis hangat plus kudapan manis sebelum imsak *ew, too much simple carb… Nah, pola makan seperti itulah yang bikin kita cepat merasa lapar. Udah kurang protein, ditambah pula asupan serat juga kurang.

KESALAHAN KETIKA SAHUR

Maka langkah pertama untuk mecegah keroncongan tadi kuncinya ialah makancukup protein ketika sahur. Gimana cara menakar protein yang kita makan udah cukup apa belum? Well, caranya mudah kok yaitu dengan menggunakan telapak tangan. Sekurang-kurangnya, dalam sekali makan utama makanlah 1 porsi sumber protein (seukuran telapak tanganmu). Bahkan untuk kaum cowok yang notabene kebutuhan proteinnya lebih banyak, dianjurkan hingga 2 porsi (2 telapak tangan).

Selain asupan protein yang harus terpenuhi, jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan serat. Sumber serat utamanya bisa kita peroleh dari sayur-sayuran, karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, umbi-umbian, dan jagung. Nah, dengan mencukupi kebutuhan protein dan serat maka proses pengolahan makanan di saluran cerna akan berlangsung lebih lama sehingga kita tidak cepat merasa lapar di siang hari.