Masjid Cut Meutia – Jakarta

Mesjid yang terletak di Jl. Cut Meutia, Menteng, ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Masjid ini memiliki keunikan tersendiri dan kemungkinan tidak terdapat di masjid-masjid lainnya, Salah satu keunikannya, mihrab dari masjid ini diletakkan di samping kiri dari saf salat (tidak di tengah seperti lazimnya), yaitu  posisi safnya terletak miring terhadap bangunan masjidnya sendiri karena bangunan masjid tidak tepat mengarah kiblat.

Bangunan Mesjid ini sendirinya adalah kantor biro arsitek dan pemgembang (developer) Bouwploeg, yang membangun wilayah Gondangdia sebagai kawasan elit pertama di kawasan Menteng. Setelah sempat beralih fungsi bebeberapa kali, sebagai Kantor Pos, hingga Kantor Urusan Agama, baru pada era Gubernur Arl Sadikin tempat ini diresmikan sebagai Masjid tingkat Provinsi.

Keunikan  Masjid Cut Mutia adalah setiap bulan Ramadhan diselenggerakan Ramadhan Jazz Festival, yang meruapakan pertama dan satu satunya Mesjid di dunia yang menyelenggarakan sebuah festival musik jazz di pelataran Mesjid. Festival Ramadhan Jazz yang diadakan di Masjid Cut Mutia ini diadakan oleh para Remaja Masjid yang awalnya bertujuan untuk mendekatkan Islam dengan cara populer kepada para generasi muda.