(Source: E-Book Diet Sehat Ramadhan Penulis “Titin Hatma”, Nutritionist di @temandiet_id)

YANG TERJADI PADA TUBUH KETIKA PUASA

Ramadhan is time to empty your stomach to feed your soul.

Manusia membutuhkan energi untuk beraktivitas, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bahkan dalam keadaan terlelap sekalipun, secara tidak sadar tubuh kita tetap bekerja menjalankan fungsi-fungsi metabolisme; bernapas contohnya. Semua aktivitas tubuh hingga tingkat seluluer mutlak memerlukan energi (biasa disebut juga kalori). Maka sangat gak masuk akal sebenarnya jika ada seseorang yang sedang diet merasa terlalu parno dengan kalori. Hey, we all need calorie, guys! Banyaknya aja yang perlu diatur biar ga berlebih dan ditumpuk menjadi lemak tubuh…

 Lalu, bagaimana tubuh memenuhi kebutuhan energinya selama puasa? Sesaat sesudah makan sahur, tubuh akan menyerap zat-zat gizi dari makanan yang kita konsumsi. Fase ini disebut fase absorpsi atau penyerapan. Glukosa melimpah dalam darah dan digunakan sebagai sumber energi utama. Namun tentu saja, glukosa darah ini dari waktu ke waktu akan terus berkurang seiring dengan penggunaannya dalam proses metabolisme.

Pada saat glukosa darah menurun sementara tak ada asupan yang masuk, tubuh akan menggunakan simpanan energi berupa glikogen sebagai sumber tenaganya (glikogen ialah glukosa yang tersimpan di hati dan jaringan otot). Kemudian ketika simpanan glikogen juga

mulai menipis, maka tubuh akan beralih menggunakan simpanan lemak. Lemak merupakan cadangan energi utama selama berpuasa.

Artinya, puasa memicu fat loss dong? Yes! Puasa bisa meningkatkan pembakaran lemak tubuh dan menurunkan kelebihan berat badan, selama kamu ga makan berlebihan pas buka puasa dan sahur.

Bagaimana dengan cairan tubuh selama berpuasa? Puasa tidak akan mengganggu keseimbangan cairan, asalkan kita mencukupinya di waktu buka hingga sahur.

Makanya, penting banget untuk minum air putih serta mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti buah-buahan dan sayuran. Tubuh yang kekurangan cairan akan memicu terjadinya dehidrasi (ditandai dengan sakit kepala, rasa lelah, dan sulit berkonsentrasi).

Tapi perlu diingat bahwa kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung berat dan tinggi badan, aktivitas fisik, dll. Orang dewasa dengan tinggi badan ratarata dan berat badan normal, biasanya membutuhkan setidaknya 2 liter sehari (setara dengan 8 gelas per hari). Maka orang dengan kelebihan berat badan tentu butuh lebih banyak cairan, bisa 3-4 liter sehari.

Bagaimana dengan minuman berkafein?

Baiknya dikurangi selama bulan puasa. Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda memiliki efek diuretic yang membuat tubuh bisa lebih banyak kehilangan cairan.

Jika kamu seorang penyuka kopi, batasi minumnya sekali sehari, selepas tarawih misalnya.

Tips minum air selama puasa:

  1. Saat bangun tidur
  2. Selesai makan sahur
  3. Buka puasa/ifthar
  4. Makan malam
  5. Sebelum tidur